Tiga Jenis Plot dalam Cerita Fiksi yang Perlu Penulis Ketahui
Tiga Jenis Plot dalam Cerita Fiksi yang Perlu Penulis Ketahui
Penulis: Nur Faizatun Khasanah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, plot adalah jalan (alur) cerita (dalam novel, sandiwara, dan sebagainya). Dapat dikatakan, plot adalah alur cerita dari sebuah karya fiksi. Meskipun pembahasan plot ini sudah terbilang sering dipelajari—bahan di bangku sekolah sekalipun, tetapi masih banyak penulis yang masih merasa asing. Terutama pasal macam-macam plot dalam sebuah cerita.
Plot ini sendiri wajib dipahami oleh para penulis. Alasannya agar proses menulis sang penulis tidak mengalami kendala dan terhindari dari kesalahan. Penulis harus mengetahui tiga macam plot yang akan dibahas dengan lebih lanjut.
Tiga macam plot dalam cerita terdiri dari plot hole, plot twist, dan plot armor. Mengenai plot hole dan plot twist sendiri pasti sudah terbilang sering dibahas oleh penulis—terutama penulis fiksi. Di mana plot hole merupakan plot yang sangat dihindari, sedangkan plot twist ini plot yang sengaja diciptakan dan diharapkan keberhasilannya.
Berikut ini penjelasan lebih lanjut terkait ketiga plot tersebut:
1. Plot Hole
Plot hole merupakan kesenjangan yang membuat cerita tidak masuk akal. Maka dari itu, plot hole ini sangat dan harus dihindari oleh penulis. Meskipun terkadang, plot hole bisa timbul dengan tanpa disadari oleh penulis itu sendiri.
Contoh plot hole dalam cerita fiksi ini cukup banyak. Seperti halnya cerita siswa SMA berumur 17 yang sudah menjadi CEO di perusahaan terkenal dan masih banyak lagi. Bahkan, penyampaian informasi yang salah pun bisa menjadi penyebab plot hole.
Oleh karenanya, riset sangat perlu untuk mengantisipasi adanya plot hole. Selain itu, plot hole juga bisa dicegah dengan menyusun outline atau kerangka cerita serta proses revisi cerita.
2. Plot Twist
Plot twist dapat disebut juga dengan plot kejutan. Berbanding balik dengan plot hole, plot twist ini sengaja diciptakan. Tujuannya untuk membuat pembaca terkejut, sehingga menambah daya tarik terhadap cerita.
Namun, perlu diketahui jika plot twist yang dibuat oleh penulis fiksi belum pasti berhasil. Mengingat bisa saja pembaca dapat menebak dengan benar terkait plot twist tersebut. Akan tetapi, saat plot twist dari suatu cerita berhasil, pembaca akan dibuat syok akan plot kejutan yang sebelumnya sama sekali tidak disangka. Hingga plot twist menjadi daya tarik tersendiri.
3. Plot Armor
Plot armor yaitu plot perlindungan yang didapat suatu tokoh secara tidak langsung karena pentingnya tokoh tersebut dalam cerita. Nantinya tokoh tersebut bisa selamat dari bencana yang menimpa. Meskipun demikian, usahakan saat membuat plot armor tetap masuk akal, ya. Agar tidak tercipta plot hole.
Contohnya seperti pemeran utama di cerita fantasi yaitu si A mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia terluka parah dan berujung koma. Seharusnya si A ini meninggal dunia. Namun, karena perannya yang penting, si penulis menyelamatkan tokoh A ini melalui cara dia memiliki perlindungan dari nenek moyang.
Dengan memahami ketiga plot, maka penulis memiliki peluang terhindar dari kesalahan dan kendala saat menulis. Hal ini tentunya akan memudahkan penulis dalam mengeksekusi karyanya.
Editor: Siti Khoeriyah
Komentar
Posting Komentar