Postingan

Bulan, Halaman Rumah, dan Surat yang Tak Sampai

Gambar
Oleh : Aryasuta Ketika bulan jatuh ke halaman rumahku, hal pertama yang kulakukan adalah memastikan pagar sudah tertutup rapat. Aku tidak tahu apa aturan hukum di dunia ini mengenai benda langit yang mendadak runtuh ke properti pribadi. Apakah pemerintah akan menyitanya? Apakah tetangga akan menuntutku karena distorsi gravitasi berskala kecil? Atau lebih buruk lagi, apakah wartawan akan mengetuk pintuku sebelum aku sempat menyeduh kopi? Maka, aku berjalan ke pintu depan dengan langkah seringan kucing, memutar kunci gembok pagar besi, dan memastikan rantainya terpasang ganda. Setelah itu, aku kembali ke dapur. Aku mengambil sandal, karena rumput di ambang pagi sungguh dingin. Dan, aku tak mau harus menemaninya sambil berpeluk dingin. Aku juga mengenakan sweater wol longgar berwarna abu-abu yang lengannya sudah sedikit melar. Jika kau harus menghadapi krisis kosmologis di halaman rumahmu, setidaknya pastikan tubuhmu tetap hangat. Aku melangkah keluar melalui pintu kaca geser ke halaman b...

Bulan Jatuh

Gambar
                                          Oleh : Rita Ameylia Ketika bulan jatuh ke halaman rumahku, hal pertama yang kulakukan adalah mengambil ponsel. Aku mengambil ponsel secepat kilat sebelum bulan itu naik lagi ke langit. Ini suatu kejadian langka, aku harus mendokumentasikannya.  Bulan itu bulat, memancarkan cahaya putih keemasan. Tidak ada aroma khas yang keluar saat aku berada di dekatnya. Aku tak berani menyentuhnya, hanya mendekat dan mengambil gambar. Setelah itu aku menyebut semua keinginanku.  Konon katanya, kalau kita berucap yang baik-baik di dekat bulan jatuh semua keinginan kita akan terwujud, meskipun itu adalah hal yang mustahil.  Aku mengira, cerita itu hanya dongeng sebelum tidur, tapi malam ini aku menyaksikannya. Bulan turun perlahan ke halaman rumahku tanpa aba-aba. Awalnya ia melayang-layang di udara, lalu turun dengan perla...

Bahasa Puisi yang Begini dan Begitu

  ditulis oleh Cahyo Saputro Diskusi perihal kritisi bahasa masih menjadi angin segar untuk dibahas. Bahasa puisi sendiri mengalami perkembangan yang sejalan dengan perubahan ejaan-ejaan, khususnya di khazanah kesusastraan Indonesia. Perkembangan Bahasa Indonesia sendiri tak lepas dari ruang lingkup Bahasa Melayu yang menjadi pelopor lahirnya bahasa Indonesia. Hal itu tak jauh berbeda dengan kesusastraan. Indonesia sendiri dipengaruhi oleh kesusastraan melayu atau bisa disebut sebagai sastra lama (sastra melayu). Kemudian, puisi-puisi dalam jenisnya turut mengalami pembaruan sebagai terobosan karya-karya kreatif sesuai dengan kebaruan zaman. Sebagaimana diketahui bahwasanya puisi-puisi mengalami periodisasi, seperti dikenalnya puisi lama dan puisi baru. Saat ini puisi lama bukan berarti ditinggalkan, tetapi khalayak memilih mengikuti kebaruan zaman dengan bergulat kepada puisi modern. Puisi modern ini mendobrak aturan-aturan lama sebagai bentuk kebebasan inovasi dan kreativitas, se...

Bahasa, Fungsi, dan Faktor Tuturan

  ditulis oleh Cahyo Saputro Sebagaimana yang kita ketahui bahwa bahasa merupakan suatu alat atau sarana komunikasi yang digunakan manusia dalam kegiatan sosial. Kegiatan sosial yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan bahasa atau berbahasa untuk komunikasi. Hal ini dilakukan oleh penutur ( sender ) kepada mitra tutur ( receiver ), di mana tujuan pesan ini mempunyai poin-poin yang berbeda. Poin-poin yang berbeda diartikan sebagai kekhasan fungsi bahasa. Fungsi bahasa sendiri mempunyai banyak cabang dan ragam pembagian menurut para ahli. Namun, dalam artikel ini penulis merujuk kepada pengertian Roman Jakobson yang membagi fungsi bahasa menjadi enam bagian, yaitu referensial, emotif, konatif, fatik, puitik, dan metalinguistik. Kemudian, bagaimana ketika komunikasi berbahasa tidak mempunyai salah satu fungsi yang disebutkan? Apakah bahasa itu sendiri tetap mempunyai fungsinya? Benar, karena jenis wacana akan menjadi peran yang penting untuk menentukan fungsi bahasa yang dominan. Ke...

TBM Harapan Jogja: Pengembangan Literasi Lewat Praktik Menulis

Gambar
  oleh: Cahyo Saputro  Dokumentasi 1. Pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh TBM Harapan Jogja Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Harapan bekerjasama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan literasi dengan tajuk, "Pelatihan Jurnalistik: Menulis Artikel Praktik Baik untuk Pegiat Literasi" pada Sabtu (12/10/2024).  Acara ini dihadiri oleh kurang lebih lima puluh orang dengan beragam latar belakang pendidikan yang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertempat di Balai Warga Tukangan, Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta.  Warini, selaku penyelanggara acara mengungkapkan bahwa acara ini dilatarbelakangi oleh keikutsertaan TBM Harapan dalam seleksi penerimaan bantuan pemerintah untuk komunitas literasi. Selain itu, beliau juga menyampaikan 3 tujuan utama kegiatan ini:  1. Mengembangkan budaya literasi baca-tulis pa...

Literasi Bukan Pop Mie

ditulis oleh Cahyo Saputro Suatu hal yang tertulis di sini semata-mata hanya ungkapan kekesalan, yang betul-betul marah dengan sikap arogan, dan bermaksud menyinggung pihak-pihak lain dengan tidak berdasar. MENARIK ketika membicarakan tentang perkembangan teknologi berbasis AI ( Artificial Intelligence ) dalam belajar dan mengajar. Perkembangan ini sangat memudahkan siapa pun untuk mencari, memperoleh, tetapi tidak dengan memahami—secara menyeluruh—suatu informasi yang dibutuhkan dan yang diberikan. Walaupun memang tidak semua orang melakukan itu. Hal ini sama saja dengan pesulap yang membodohi penonton dengan trik-trik penipuan, seolah-olah yang sesuatu itu tiba-tiba hilang atau sebaliknya di mana penonton tidak merasa ‘sedang’ dibodohi. Satu yang ini dianggap sebagai hiburan instan bagi mereka yang percaya suatu itu. Oknum-oknum yang serupa pesulap ini bahkan menjadi ‘guru’ dalam sebuah kelas atau ‘pemantik’ nyala api diskusi. Sebetulnya bukan suatu masalah, apabila memang mereka se...

Diskusi Sastra: Menilik Realita dan Imaji

Gambar
ditulis oleh Cahyo Saputro Sabtu, 21 September 2024, Area Penjelajah Sastra (APSA) mengadakan sebuah diskusi yang dibuka untuk umum dengan tajuk “Persimpangan Antara Realitas dan Imaji”. Tentu, hal ini merupakan sebuah kesenangan tersendiri bagi para pegiat literasi daring. Pemakalah diskusi ini ialah Bang Mahardika, pegiat literasi yang berdomisili di kota hujan a.k.a. Bogor. Diskusi ini membicarakan tentang implikasi realitas dan imaji dari tiga puisi penyair kondang Indonesia, yaitu puisi Kepada Hawa karya Aan Mansyur, Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono, dan Lanskap karya Goenawan Mohamad. Pemilihan puisi-puisi ini tentu bukan tanpa alasan. Bang Mahardika ingin mengajak audiens mengamati dan menelisik secara sederhana dengan katanya, “dibawa lucu-lucuan aja”. Pada puisi pertama, Kepada Hawa karya Aan Mansyur digunakanlah penyusunan kata-kata yang sederhana dan tidak muluk-muluk. Akan tetapi, hal yang menarik adalah ditafsirkannya suatu pemaknaan atau pandangan baru, di mana hal t...