Pentingnya Adegan Menegangkan di Akhir Bab

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1pzI-eCoDWfZUi32fJVh20aYC69Vpr-mj

sumber: PekoeBlaze


Pentingnya Adegan Menegangkan di Akhir Bab

Oleh: Ni Luh Putu Damayanti

Menulis novel bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus membuat pusing. Seorang penulis biasanya menyajikan berbagai adegan maupun plot menarik agar pembaca bisa setia dengan karya yang tengah ditulisnya. Namun, tahukah kalian ada satu teknik dalam penulisan novel yang bisa membuat pembaca ppenasara? Teknik tersebut bernama cliffhanger. Cliffhanger sendiri merupakan sebuah scene di mana penulis memasukkan adegan menegangkan di akhir bab. Cliffhanger tidak hanya ada dalam novel, melainkan juga film ataupun acara televisi. Secara sederhana, cliffhanger adalah akhir dari suatu bab yang belum ada penyelesaiannya sehingga membuat pembaca merasa penasaran.

Penggunaan cliffhanger harus disesuaikan dengan adegan pada bab yang tengah ditulis serta harus sesuai dengan tempo cerita, tidak terlalu cepat maupun lambat. Lantas kapan cliffhanger tepat digunakan? Cliffhanger bisa digunakan saat keadaan genting di mana protagonis baru saja mendapatkan informasi mengejutkan maupun di mana protagonis terjebak dalam keadaan membahayakan, dan bisa juga saat protagonis berada dalam situasi penuh amarah. Hal itu tentunya dapat memantik rasa penasaran dari pembaca terhadap karya penulis. 

Melihat pada tujuan cliffhanger, maka perlu memerhatikan beberapa hal berikut: 

1. Membangun koneksi emosial dengan karakter. Ini sangatlah penting karena hal ini dapat melibatkan pembaca secara emosional dan membuat pembaca merasa tertarik dengan cerita yang kalian tulis.

2. Menciptakan konflik yang menegangkan. Meletakkan konflik yang menegangkan di akhir bab dan belum diselesaikan akan memancing rasa ingin tahu pembaca yang pada akhirnya meninggalkan banyak pertanyaan di benak pembaca. 

3. Memanfaatkan rasa tidak tahu pembaca. Dengan meninggalkan sedikit informasi yang belum lengkap akan membuat pembaca bertanya-tanya dan mencari tahu informasi apa yang belum lengkap ini.

4. Gunakan timing yang cermat, penggunaan timing sangatlah penting dalam mengatur tempo cerita. Jika timing digunakan terlalu cepat maka pembaca akan merasa dirinya tidak terlibat dan menyebabkan pembaca tidak memiliki alasan untuk tetap membaca. Namun, jika cliffhanger terlalu lambat maka pembaca akan bosan. Maka dari itu penting memperhatikan tempo dalam cerita dan penggunaan cliffhanger.

5. Terakhir, gunakan kalimat penutup yang cukup kuat dalam menarik pembaca untuk terus membaca. Dengan menggunakan kalimat yang menggigit maka pembaca akan terus merasa penasaran dengan cerita yang kamu tulis.

Jadi, yakin tidak ingin menggunakan cliffhanger untuk novel kamu?

Editor: Siti Khoeriyah

Daftar pustaka:

Detak Pustaka. Cara Membuat Cliffhanger di Dalam Novel Kamu. Diakses pada 26 April 2024, dari https://detakpustaka.com/membuat-cliffhanger-di-dalam-novel/

Knight, Arrin. (2023). Membuat Cliffhanger pada Karya Fiksi yang Menarik. Diakses pada 26 April 2024, dari https://medium.com/@arrinknight/membuat-cliffhanger-pada-karya-fiksi-yang-menarik-729d74668af

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TBM Harapan Jogja: Pengembangan Literasi Lewat Praktik Menulis

Mengambil yang Dekat, Mengenal yang Jauh

Diskusi Sastra: Menilik Realita dan Imaji