Konsisten dalam Menulis Bisa Memicu Produktivitas? Bagaimana Caranya?

ditulis oleh Ni Luh Putu Damayanti

Masalah seorang penulis secara internal cukup banyak, mulai dari masalah malasnya membuat outline, masalah mengenai membangun suasana hati yang baik untuk menulis, masalah rasa masalah, dan masih banyak lagi. Hal ini bisa menyebabkan penulis tidak produktif karena rasa malas itu sendiri. Menulis memang menjadi terapi terbaik yang bisa dikatakan murah meriah, tetapi menulis juga bisa menjadi terasa membosankan. Lantas, apa kunci paling utama agar tidak malas? Jawabannya ingat kembali tujuan awal kamu menulis. 

Seorang penulis yang baik adalah penulis yang mampu mengatasi masalahnya, terutama mengenai rasa malas. Hal ini sebenarnya wajar, tetapi jika dalam kurun waktu cukup lama akan menyebabkan naskah menjadi terlantar. Menjadi produktif dalam menulis tentu bukan hal mudah karena kita akan merasa lelah berhadapan dengan deretan kalimat setiap hari, tetapi percayalah jika ini dilatih maka kamu akan terbiasa dan mulai konsisten dalam menulis.

Lantas bagaimana caranya menjadi produktif? Hal ini tentu dapat kalian lakukan dengan mudah, berikut tips menjadi lebih produktif lagi dalam menulis:

Pertama, perbanyak membaca. Ini bisa membuat ide lebih mengalir, kalian juga akan terpancing untuk menulis suatu karya. Lebih tepatnya, hal ini akan memacu kalian dalam menciptakan suatu karya.

Kedua, istirahat sejenak. Istirahat akan sangat dibutuhkan walau hanya 10–20 menit, tetapi ini memiliki pengaruh besar dalam membuat otak dan mata lebih rileks sejenak. Ini juga akan membuat otak beristirahat sejenak sebelum akhirnya kembali terpacu untuk menulis.

Ketiga, tentunya kamu juga membutuhkan sebuah jadwal. Iya, tidak hanya mata pelajaran di sekolah ataupun jadwal aktivitas sehari-hari. Namun, kamu juga harus membuat jadwal menulis. Ini akan membentuk kalian terbiasa menulis sekaligus membantu kalian untuk lebih produktif.

Keempat, jangan pernah mengedit dan menulis naskah secara bersamaan. Penulis dianjurkan mengedit naskah setelah beberapa jam dan beberapa hari. Hal ini bertujuan agar otak penulis mendapatkan istirahat sehingga saat mengedit naskah mereka bisa memahami dan mencerna dengan baik mana yang menurut penulis kurang tepat ataupun tidak tepat.

Kelima, buang apa pun yang mengganggu kamu. Ini biasanya menjadi kendala utama seorang penulis, yaitu sebuah gangguan. Gangguan tidak hanya berasal dari orang sekitar, tetapi juga bisa dari sosial media. Sosial media tentu membuat kita mudah terdikstrasi, jadi kamu perlu untuk membuat jadwal kapan harus membuka sosial media agar tidak mengganggu aktivitas kamu.

Terakhir, menulislah dengan gagasan yang ada di pikiran kamu. Anggap saja saat kamu menulis kamu tengah berdialog dengan pikiran kamu, pastikan apa pun yang kamu tulis tidak cacat logika ataupun masih bisa dicerna dan diterima dengan baik oleh logika manusia.

Gimana? Ada sudah mencoba tips-nya?

Daftar Pustaka

Masoem Universitas. (2021). Bagaimana Tips Menjadi Penulis Produktif?. Diakses pada 04 Juni 2024, dari https://masoemuniversity.ac.id/amp/berita/bagaimana-tips-menjadi-penulis-produktif.php


Gramedia. (2018). Tips Ampuh Agar Tetap Produktif Menulis. Diakses pada 04 Juni 2024, dari https://www.gramedia.com/blog/tips-ampuh-agar-tetap-produktif-menulis/amp/


Ruang Buku. (2023). Tips Ampuh Menjadi Penulis Produktif. Diakses pada 04 Juni 2024, dari https://ruangbuku.id/artikel/7-tips-ampuh-menjadi-penulis-yang-produktif/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TBM Harapan Jogja: Pengembangan Literasi Lewat Praktik Menulis

Mengambil yang Dekat, Mengenal yang Jauh

Diskusi Sastra: Menilik Realita dan Imaji