Postingan

Pentingnya Adegan Menegangkan di Akhir Bab

Gambar
sumber: PekoeBlaze Pentingnya Adegan Menegangkan di Akhir Bab Oleh: Ni Luh Putu Damayanti Menulis novel bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus membuat pusing. Seorang penulis biasanya menyajikan berbagai adegan maupun plot menarik agar pembaca bisa setia dengan karya yang tengah ditulisnya. Namun, tahukah kalian ada satu teknik dalam penulisan novel yang bisa membuat pembaca ppenasara? Teknik tersebut bernama  cliffhanger. Cliffhanger  sendiri merupakan sebuah scene di mana penulis memasukkan adegan menegangkan di akhir bab. Cliffhanger  tidak hanya ada dalam novel, melainkan juga film ataupun acara televisi. Secara sederhana, cliffhanger  adalah akhir dari suatu bab yang belum ada penyelesaiannya sehingga membuat pembaca merasa penasaran. Penggunaan cliffhanger  harus disesuaikan dengan adegan pada bab yang tengah ditulis serta harus sesuai dengan tempo cerita, tidak terlalu cepat maupun lambat. Lantas kapan cliffhanger  tepat digunakan? Cliffha...

Menggali Inspirasi Melalui Sastra Klasik

Gambar
sumber: Pinterest Oleh: Ni Luh Putu Damayanti Sebagai seorang penulis sebuah inspirasi ataupun ide sangatlah penting. Hal ini bisa didapat dari membaca, mengamati, menonton, ataupun berinteraksi. Inspirasi bisa juga datang dari pengamalan orang lain maupun pengalaman diri sendiri, bahoan menjelajahi dunia dapat memberikan kita inspirasi. Dengan kita melihat dan mengeksplorasi keindahan dunia juga melihat kehidupan berbagai orang di seluruh dunia akan memancing sebuah ide dan inspirasi. Namun, tahukah kamu bahwa kita bisa menggali ide dari sastra klasik? Sebelum itu, apakah kamu tahu mengenai sastra klasik?  Sastra klasik adalah sebuah karya sastra tradisional yang diciptakan sebelum masuknya unsur terbaru sastra pada tahun 1920-an. Tepatnya sastra klasik berkembang sebelum lahirnya Angkatan Balai Pustaka. Sastra klasik pada saat itu masih terikat dengan adat istiadat dan susunan katanya masih terbilang sederhana. Jenis sastra klasik ialah mantra, pantun, pantun berantai...

Seni dan Sastra sebagai Media Terapi? Memang Bisa?

Gambar
Seni dan Sastra sebagai Media Terapi? Memang Bisa? Oleh Ni Luh Putu Damayanti --- sumber: Dmytro Zinkevych Banyak orang beranggapan healing  ataupun terapi merupakan ajang untuk jalan-jalan di tempat yang mahal, indah, dan menenangkan. Namun, ternyata ada cara healing  murah yang tidak akan mengusik kantong-kantong kaum mendang-mending ataupun mereka yang tidak memiliki biaya. Salah satunya adalah seni dan sastra, di mana sebenarnya menulis dan melukis ataupun kegiatan lainnya yang berhubungan dengan seni dan sastra dapat meringankan beban yang sedang dipikul seseorang.  Dalam hal ini, baik seni maupun sastra dapat membantu seseorang dalam proses meluapkan emosi, mengungkapkan perasaan, dan proses sembuh dari berbagai kesehatan mental; salah satunya seperti gangguan stress pasca trauma atau dalam bahasa medisnya Post-Traumatic Stress Disorder. Kedua hal ini mampu merangsang emosi seseorang agar mampu meluapkan dan membuat mereka lebih terbuka dan mampu menyalurkan peras...

Jangan Asal Menerbitkan Tulisan!

Gambar
Jangan  Asal Menerbitkan Tulisan!  _ Oleh Ni Luh Putu Damayanti  sumber: pinterest Dewasa ini, banyak penerbit maupun media yang berlomba-lomba mencari naskah untuk diterbitkan. Mereka bahkan tidak ragu untuk merogoh kocek yang tidak sedikit demi membayar naskah yang menurut mereka berkualitas, tetapi tidak sedikit pula penulis yang terburu-buru mengambil keputusan untuk menerbitkan naskahnya karena tergiur akan tawaran tersebut. Keuntungan yang menggiurkan membuat mereka enggan berpikir dua kali, banyak dari mereka bahkan enggan melakukan revisi sebelum mengirim naskah. Tulisan yang asal dikirim tentu saja akan berujung tidak berguna dan menjadi sampah di meja redaktur. Para kurator tentu saja mencari naskah yang jelas berkualitas untuk mereka terbitkan. Oleh karenanya, tentu sebagai penulis kita perlu membuat tulisan yang berkualitas dan memahami selera setiap penerbitan ataupun redaksi. Kita juga perlu memperhatikan hal-hal penting sebelum mengirim naskah bahkan hal se...

Aturan Penulisan Dialog Tag yang Benar dalam Karya Tulis

Aturan Penulisan Dialog Tag yang Benar dalam Karya Tulis Penulis: Nur Faizatun Khasanah Dialog tag merupakan komponen penting pada sebuah cerita. Dialog tag pun memiliki perbedaan yang sangat kentara dibanding dialog aksi. Oleh karenanya, penulis wajib mengetahui penulisan terkait dialog tag dengan benar agar tulisan yang dibuat benar-benar berkualitas.  Pada dialog tag kerap diakhiri dengan tanda baca koma sebelum diikuti oleh dialog tag, berbeda dengan kalimat aksi atau dialog aksi yang acap kali diakhiri tanda baca titik.  Berikut penjelasan lebih lanjut terkait dialog tag yang wajib penulis fiksi ketahui: •Dialog tag merupakan frasa yang berada setelah kalimat dialog dengan tujuan menginformasikan identitas pengucap dialog (tokoh). Aturan penulisan dialog tag: -Kalimat dialog diawali dengan huruf kapital setelah tanda petik dua sebagai pembuka; -Kalimat dialog diakhiri dengan tanda baca koma atau tanda lain kecuali tanda titik; -Kalimat dialog ditutup menggunakan tanda pet...

Peran Perpustakaan dalam Mendukung Terciptanya Semangat Membaca Generasi Z

Peran Perpustakaan dalam Mendukung Terciptanya Semangat Membaca Generasi Z  Penulis: Nur Faizatun Khasanah Menurut KBBI, perpustakaan adalah tempat koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dan dibicarakan. Perpustakaan memiliki peranan penting sebagai tempat yang menyajikan kepada khalayak umum agar apa yang disimpan di perpustakaan tersebut dapat diakses dan digunakan dengan leluasa.  Maka dari itu, keberadaan perpustakaan tidak boleh dianggap sepele. Meskipun di zaman modern seperti sekarang, membaca bisa dilakukan secara online atau melalui e-Book. Namun, hal tersebut pasti mempunyai kendala tersendiri, seperti halnya signal atau bahkan memiliki efek buruk pada kesehatan penglihatan. Dampak negatif membaca secara online di antaranya adalah mudah terkena radiasi mata, keterbatasan koneksi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan offline di berbagai tempat akan sangat membantu, terutama dalam memupuk s...

Peranan Premis, Karakterisasi Tokoh, dan Outline pada Cerita Fiksi

Peranan Premis, Karakterisasi Tokoh, dan Outline pada Cerita Fiksi Penulis: Nur Faizatun Khasanah Premis, karakterisasi tokoh, dan outline merupakan komponen penting dalam pembentukan sebuah cerita. Sebelum menulis cerita, akan jauh lebih baik apabila ketiga komponen tersebut disusun demi kelancaran kepenulisan sebuah karya fiksi. Meskipun pada faktanya terbilang cukup banyak penulis fiksi yang menyusun cerita tanpa membuat ketiga elemen ini. Padahal ketiganya akan sangat membantu dan bermanfaat selama proses menulis. Terlebih bagi penulis cerita fiksi yang ingin cepat selesai dan menghindari plot hole. Mengingat menulis cerita fiksi memang benar-benar harus fokus, terlebih jika menulis novel—di mana jumlah kata minimal yang ditulis sebanyak empat puluh ribu. Oleh sebab itu, penulis tidak boleh menganggap sepele keberadaan premis, karakterisasi tokoh, dan outline. Alasannya karena ketiga komponen ini merupakan bagian utama dari proses menulis cerita fiksi, sehingga harus dipahami seti...